Pembangunan Jembatan Penghubung Desa Langere-Tanah Merah Butur Resmi Dimulai, Anggarannya Rp 31,94 Miliar

16
Bupati Butur, Muh Ridwan Zakariah didampingi Wakil Bupati Ahali, serta Direktur Pembangunan Jembatan Dirjen Bina Marga Kementrian PUPR RI Ir. Yudha Handita Pandjiriawan, meletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya secara resmi pembangunan jembatan penghubung Desa Langere-Tanah Merah, Sabtu 4 Maret 2023. (Humas Setda Butur).

Buranga, Jaringansultra.com- Pembangunan jembatan penghubung Desa Langere dengan Desa Koepisino (Tanah Merah) Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara (Butur), resmi dimulai. Pembangunan jembatan yang bakal menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah itu ditandai dengan Groundbreaking (Peletakan batu pertama) oleh Bupati Butur Muh. Ridwan Zakariah, Sabtu 4 Maret 2023.

Giat peletakan batu pertama itu ikut dihadiri Direktur Pembangunan Jembatan Dirjen Bina Marga Kementrian PUPR RI Ir. Yudha Handita Pandjiriawan, Wakil Bupati Butur Ahali, serta jajaran pemerintahan daerah setempat.

Ridwan Zakariah dalam sambutannya berharap bahwa dengan adanya jembatan penghubung antara Langere –Tanah Merah dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat

Menurut bupati Butur dua periode ini, jalan adalah nadi dari tumbuhnya perekonomian, jalan yang bagus akan berdampak positif bagi harga komoditas masyarakat dipasaran.

“Karena ketika petani mengantar sendiri ke pasar dengan kondisi jalan yang kurang baik pasti harganya akan mahal,” kata Ridwan.

Pembangunan jembatan ini, tentu saja bukti nyata janji pada saat berkampanye ketika mencalonkan diri pada Pilkada lalu. Peletakkan batu pertama jembatan Langere-Tanah Merah yang saat ini tengah berlangsung menjadi kebanggaan tersendiri bagi semua masyarakat Butur, dan ini semua sesuai dengan visi dan misi Ridwan Zakariah-Ahali.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Pembangunan Jembatan Kementrian PUPR Republik Indonesia Yudha Handita Pandjiriawan mengungkapkan, masyarakat Butur patut berterimakasih kepada bupati yang selalu perduli dengan daerahnya.

“Masyarakat di sini harus berterimakasih sekali dengan bapak bupati karena bupati ini kerjanya mulai dari daerah pinggiran dengan wilayah terpencil, dan program beliau ini sesuai dengan Pak Presiden RI yaitu membangun dari pinggiran dan daerah terpencil. Serta dengan dibangunnya jembatan ini perekonomian harus tumbuh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Butur, Mahmud Buburanda menerangkan, pembangunan jembatan ini bersumber dari dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Butur dengan nilai kontrak sebesar Rp. 31,94 miliar.

Bentang panjang jembatan ini 100 meter dan lebar keseluruhan 7,7 meter dengan struktur atas menggunakan rangka baja tipe B.

Masa kontrak proyek ini selama 370 hari kalender, dijadwalkan rampung akhir 2023. Adapun kontraktor pelaksananya adalah PT. Sinar Bulan Group.

“Harapan kami, dengan nanti adanya jembatan ini di Desember 2023 jalannya sudah bisa tembus di Desa Koepisino, pendapatan masyarakat bisa lebih meningkat,” tandasnya.

Facebook Comments Box
Iklan