
Buranga, Jaringansultra.com-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Utara (Butur), Muh Sairman Sahadia membongkar penyebab menyusutnya Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam Rapat Kerja Komisi I bersama Organisasi Perangkat Daerah, Kamis, 8 Januari 2026.
Kata dia, salah satu penyebab Butur DAk nya semakin sedikit, karena ketidakpatuhan pemerintah daerah dalam menyampaikan laporan realisasi anggaran secara tepat waktu. Akibatnya, Kabupaten Butur kerap dianggap masih memiliki sisa anggaran, sehingga berdampak berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

“Kenapa hari ini Butur kurang anggarannya, karena ketidakpatuhan pemerintah daerah menyampaikan laporan realisasi,” katanya.
Menurut dia, hal ini sudah disampaikan saat rapat harmonisasi APBD tahun 2026 belum lama ini. “ Ini menjadi perdebatan pada saat harmonisasi kemarin, bahwa Buton Utara ini dianggap masih ada uangnya, sehingga tidak dikasih,” ucapnya.

Olehnya itu, ia mengharapkan kepada seluruh OPD untuk terus memantapkan program-program kerja, sehingga realisasi anggaran bisa tercapai tepat, cepat dan akurat.
Dikesempatan ini pula, Ketua Bapemperda DPRD Butur ini menegaskan bahwa keterbatasan fiskal dan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi OPD untuk berpangku tangan.
Dalam rapat tersebut, DPRD mendorong OPD lebih agresif membangun jaringan ke kementerian dan pemerintah provinsi, serta menghadirkan inovasi agar anggaran pusat dan provinsi dapat kembali mengalir ke Butur. (Adv)
























