Imigrasi Sultra Salurkan Bantuan Paket Gizi untuk Puluhan Anak TK di Wakatobi

9

Wakatobi, Jaringansultra.com – Jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tenggara kembali mengukuhkan perannya sebagai institusi yang peduli dan bertanggung jawab sosial. Di bawah kepemimpinan yang humanis oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sultra, Ganda Samosir, bersama Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi secara terpadu melaksanakan kegiatan bakti sosial yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat.

Aksi ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan fungsi keimigrasian semata, tetapi juga sebagai pengejawantahan dari nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Kegiatan ini menegaskan bahwa kehadiran Imigrasi di daerah adalah untuk memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kabupaten Wakatobi, yang terkenal dengan keindahan baharinya, menjadi saksi dari kegiatan mulia ini. Pemilihan lokasi ini menunjukkan keseriusan jajaran Imigrasi untuk menjangkau masyarakat hingga ke pulau-pulau terdepan, memastikan bahwa semangat berbagi dan kepedulian tersebar secara merata di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

Fokus utama penyaluran bantuan kali ini ditujukan kepada sektor yang sangat fundamental bagi masa depan bangsa: pendidikan anak usia dini. Tempat yang dipilih adalah Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Mandiri yang berlokasi di Desa Lumana, Kabupaten Wakatobi. Kehadiran para pejabat Imigrasi di lingkungan sekolah disambut hangat oleh para guru, orang tua, dan terutama keceriaan para murid.

Total bantuan yang disalurkan mencapai 65 kotak Makanan Bergizi (MBG). Bantuan ini memiliki arti penting yang lebih besar karena MBG yang diserahkan merupakan bagian integral dari program pemerintah yang dicanangkan untuk meningkatkan dan menambah gizi anak-anak di Indonesia.

MBG ini diharapkan dapat berperan vital dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak usia dini di Desa Lumana, membantu pencegahan masalah gizi, dan memastikan mereka memiliki bekal kesehatan yang kuat untuk proses belajar mengajar. Komitmen Imigrasi Sultra terhadap keberhasilan program gizi nasional ini menjadi sorotan utama.

Dalam sesi penyerahan, Kakanwil Ganda Samosir menyampaikan pesan yang mendalam mengenai pentingnya sinergi antara lembaga negara dan masyarakat. Beliau menekankan bahwa Imigrasi tidak boleh dipandang hanya sebagai ‘penjaga pintu gerbang negara’, tetapi juga sebagai ‘penggerak kemanusiaan’ di tingkat daerah.

“Melalui kegiatan ini, jajaran Imigrasi tidak hanya hadir sebagai pelaksana fungsi keimigrasian, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut berbagi dan menebar manfaat,” tutur Ganda Samosir.

Pernyataan ini mempertegas komitmen Imigrasi untuk membangun hubungan yang lebih personal dan empatik dengan warga.

Lebih lanjut, Kakanwil Imigrasi Sultra mengajak seluruh jajaran di bawahnya untuk terus memelihara dan meningkatkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Aksi ini merupakan wujud nyata dari tanggung jawab sosial Imigrasi sebagai institusi yang melayani dan mengabdi kepada rakyat.

Kegiatan bakti sosial ini juga berhasil mempererat tali silaturahmi yang merupakan salah satu modal sosial terpenting dalam membangun bangsa. Interaksi yang terjadi di TK Mandiri Desa Lumana menjadi jembatan penghubung yang kokoh antara aparatur sipil negara dan komunitas lokal.

Dengan mengedepankan nilai-nilai profesionalisme, akuntabilitas, dan empati, Kanwil Ditjen Imigrasi Sultra, di bawah kepemimpinan Ganda Samosir, telah menunjukkan bahwa tugas pokok keimigrasian dapat berjalan beriringan dengan misi kemanusiaan.

Pada akhirnya, penyaluran 65 kotak MBG ini tidak hanya sekadar bantuan materi, tetapi merupakan simbol penguatan komitmen Imigrasi Sultra dalam memberikan pelayanan terbaik, berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar, dan secara aktif mendukung program pemerintah untuk masa depan gizi anak-anak di Wakatobi.

Reporter : Asep

Facebook Comments Box
Iklan