Sultra Investment Summit, Gubernur ASR : Komitmen Pemerintah Wujudkan Sultra Sebagai Gerbang Investasi Baru Kawasan Indonesia Timur

21

Kendari, Jaringansultra.com – Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, resmi membuka acara Sultra Investment Summit 2025, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), bertempat di Hotel Plaza Inn, Selasa 24 Juni 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 250 peserta, yang terdiri dari Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, unsur FORKOPIMDA, pimpinan instansi vertikal, lembaga perbankan, serta sejumlah investor baik dari industri tambang maupun non-tambang, baik lokal maupun asing.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan investor dalam mendorong realisasi investasi di Sulawesi Tenggara pada tahun 2025.

Ia menjelaskan, Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan alam yang luar biasa, dengan produksi nikel mencapai 90 juta metrik ton per tahun, atau sekitar 60 persen dari total produksi nikel Indonesia. Potensi ini harus dimaksimalkan, terutama dalam sektor hilirisasi.

“Pada triwulan pertama tahun 2025, realisasi investasi Sulawesi Tenggara telah mencapai 4,46 Triliun Rupiah, atau 34 persen dari target tahunan sebesar 13,28 Triliun Rupiah. Gubernur menggaris bawahi pentingnya diversifikasi sektor investasi yang meliputi pariwisata, perikanan, pertanian, pertambangan, serta berbagai proyek strategis lainnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak para investor untuk mendukung pembangunan daerah dengan memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Menggunakan nomor polisi plat kendaraan bermotor kode wilayah Sulawesi Tenggara, membeli dan menggunakan BBM dari agen atau distributor terdaftar, mengirimkan data pemanfaatan dan penggunaan air permukaan setiap bulan, menggunakan alat berat yang telah lunas pajak alat beratnya, mengeluarkan dana CSR dari keuntungan bersih perusahaan untuk dimanfaatkan bagi pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah sekitar izin usaha pertambangan termasuk kewajiban pelaporan triwulan melalui aplikasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) berbasis online pada tahun 2025,” jelasnya.

Sebagai bagian dari acara, dilaksanakan penandatanganan pernyataan komitmen kewajiban terhadap pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara oleh beberapa perusahaan besar, di antaranya PT Ifishdeco, PT Tiran Indonesia, PD Aneka Usaha Kolaka, PT Bhumi Karya Utama, PT Gerbang Multi Sejahtera, dan PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Gubernur Andi Sumangerukka dan Ketua DPRD Prov. Sultra, Laode Tariala.

Gubernur ASR menambahkan, bahwa melalui Sultra Investment Summit 2025, tercipta iklim investasi yang sehat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

“Diharapkan juga bahwa investasi ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat Sulawesi Tenggara, sehingga provinsi ini dapat mewujudkan dirinya sebagai gerbang investasi baru di kawasan Indonesia Timur,” tutupnya.

Reporter : Asep

Facebook Comments Box
Iklan