3 Program Unggulan Bupati Mubar La Ode Darwin Dalam 100 Hari Kerja

109
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin.

Kendari, Jaringansultra.com – Bupati Muna Barat (Mubar), La Ode Darwin mengungkapkan sejumlah program prioritas yang akan di jalankan dalam 100 hari kerja. Salah satunya pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Bupati La Ode Darwin mengatakan, di sektor pertanian titik fokus pertama adalah pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif, kemudian pemetaan potensi unggulan di masing-masing wilayah desa.

“Untuk memaksimalkan lahan tidur untuk diolah menjadi lahan pertanian, Insya Allah paling lambat bulan April 2025 nanti saya siapkan excavator di masing-masing wilayah untuk membongkar lahan pertanian tersebut karna kendala di Muna Barat para petani masih bertani dengan cara tradisional,” ujar La Ode Darwin, Rabu 12 Maret 2025.

Ia menambahkan, kedepannya bupati akan memaksimalkan anggaran APBD Muna Barat tahun 2025 untuk belanja terkait dengan alsinta.

“Jadi seperti excavator, jonder, traktor akan kami maksimalkan agar para petani ini bisa memaksimalkan lahannya dan mendapatkan produksi yang maksimal. Kemudian untuk kendala berikutnya adalah bibit. Petani di Muna Barat jarang mendapatkan bibit yang bagus. Makanya kami akan mengadakan bibit jagung kurang lebih 20 ribu ton dan dibagikan kepada seluruh petani dan bisa memaksimalkan produksi petani,” ujar Bupati Muna Barat.

Dijelaskan, lahan padi kurang lebih 2000 sampai 3000 hektar, bahkan bisa dimaksimalkan 5000 hektar. Hanya yang menjadi masalah bibit nya sudah bertanam berkali-kali sehingga produksinya tidak maksimal. Olehnya itu, bupati akan mengadakan bibit padi untuk dibagikan kepada petani sawah yang ada di Kabupaten Muna Barat.

“Dan irigasinya akan dimaksimalkan dan diperbaiki sehingga diharapkan Kabupaten Muna Barat di tahun 2027 kita sudah swasembada padi,” jelasnya.

Lalu, disektor peternakan, bupati memiliki beberapa rancangan yang akan dilakukan yakni akan mensuport makan bergizi gratis terutama telur yang selama ini di suplai dari luar Muna Barat, maka akan mengadakan bibit ayam petelur yang jumlahnya kurang lebih 15 sampai 20 ribu ekor dan akan dibagikan kepada kelompok peternak.

“Sehingga nanti di tahun 2026 akhir, Muna Barat tidak ada lagi telur yang dibeli dari luar. Justru kami akan mensuplai ke pulau Muna atau daerah-daerah sekitar yang bisa kami distribusi hasil peternak kami,” bebernya.

“Jadi pola saya itu adalah masyarakat menyiapkan kandang dan saya akan bagikan bibit ayam petelur. Tetapi nanti pemerintah daerah menyiapkan pakan sampai ayam bertelur. Ketika ayam bertelur saya lepas pakannya, sehingga sudah bertelur ayamnya sudah bisa menghasilkan tetapi dengan perjanjian 5 sampai 6 bulan kedepan bibit yang dibagikan 500 akan bertambah 700 dan keuangannya akan di interfensi,” sambungnya.

Bupati juga akan mengcek betul berapa keuntungannya setiap bulan dan dari keuntungan itu akan dibagi untuk membiayai hidup mereka dan menambah bibit.

Selain itu, bupati juga akan menyiapkan 300 ekor sapi pengemukan dan 200 ekor untuk budidaya. Untuk syarat penerima bibit sapi masyarakat harus sudah punya kandang dan lahan pakan.

“Karna kalau dua hal itu tidak disediakan, hari ini dibagikan bibit bulan depan sapi sudah hilang, sehingga tidak ada keberlanjutan,” ungkapnya.

Kemudian, di sektor perikanan ada beberapa potensi tambak udang di wilayah Muna Barat. Dan akan kembangkan budidaya udang dan ikan bandeng.

“Untuk wilayah pesisir dan desa-desa pulau kami akan maksimalkan budidaya misalnya, dalam pengembangan lopster, ikan kerapu dan akan menjadi komoditas ekspor kami,” imbuhnya.

Disamping itu, budidaya tangkap akan disuplai untuk menghidupi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari karna budidaya jangka panjang dan kalau untuk tangkap digunakan sehari-hari mereka.

Bupati Muna Barat juga sudah melakukan permohonan kepada Gubernur Sultra untuk mengambil ahli pelabuhan TPI yang tidak digunakan di Muna Barat.

“Saya sudah bermohon dan hari ini ditinjau oleh anggota DPRD Provinsi. Insya Allah paling lambat mungkin setelah lebaran diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Muna Barat dan itu akan dipergunakan sebagai pelabuhan bongkar muat,” tuturnya.

Ia menambahkan, beberapa hal tadi betul-betul akan didorong, sehingga ketika produksi pertanian, peternakan, perikanan ada pintu keluar untuk menjual hasil komoditas.

“Jadi target saya di tahun 2026 ekonomi Muna Barat sudah mulai kelihatan dan ada peningkatan yang signifikan terkait kesejahteraan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Asep

Editor : Ridho

 

 

Facebook Comments Box
Iklan