Pengingat 1 Abad Hari Lahir Nahdlatul Ulama : Berikut Kata-kata Ulama Tentang NU

37
Pendiri NU sekaligus Rais Akbar, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari. (NU Online).

Kendari, Jaringansultra.com – Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) didirikan oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari bersama para ulama pondok pesantren. Organisasi ini berdiri di Surabaya pada 16 Rajab 1344 H, bertepatan pada 31 Januari 1926.

Selain KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hasbullah juga berperan dalam mendirikan organisasi Islam NU.

 

NU bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial. Organisasi ini berpedoman pada Al-Qur’an, hadis, ijma’, dan qiyas.

Organisasi yang berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah ini akan genap berusia 100 tahun pada 16 Rajab 1444 H atau 7 Februari 2023. Pada peringatan Hari Lahir atau Harlah 1 Abad NU ini akan dihadiri 1 juta nahdliyin yang puncaknya digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur.

Menjelang Harlah 1 Abad NU, nahdliyin dapat mengingat kembali petuah-petuah ulama NU yang sarat makna. Kata-kata ulama NU ini dapat menjadi nasihat kepada seluruh warga NU di peringatan 100 tahun nanti.

Berikut adalah kata-kata ulama NU yang dikumpulkan dari berbagai sumber :

* KH. Hasyim Asy`ari

“Barangsiapa yang mau mengurus NU akan aku anggap sebagai santriku. Siapa yang menjadi santriku akan kudoakan khusnul khatimah beserta anak-cucunya”.

“Masuklah (NU) dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun, bersatu, dan dengan ikatan jiwa raga”. (Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy`ari, Pendiri NU)

* KH. A. Wahab Chasbullah

“Kekuatan NU itu ibarat senjata adalah meriam, betul-betul meriam. Tetapi digoncangkan hati mereka oleh propaganda luar biasa yang menghasut seolah-olah senjata itu bukan meriam, tetapi hanya gelugu alias batang kelapa”.

“Hidupkan NU ini, namun jangan sekali-kali mencari hidup di NU.” (KH. A. Wahab Chasbullah, Rais Amm PBNU 1947-1971)

* KH Maimun Zubair

“Kalau orang NU tidak mau Pancasila, berarti bukan NU.” (KH Maimun Zubair)

* KH. Ridwan Abdullah

“Jangan takut tidak makan kalau berjuang mengurus NU. Yakinlah! Kalau sampai tidak makan, komplainlah kepadaku jika aku masih hidup. Tapi jika aku sudah mati maka tagihlah ke batu nisanku.” (KH. Ridwan Abdullah, Pencipta Lambang NU)

* KH Bisri Syansuri

“Selama hidupku, aku pengikut Nahdlatul Ulama. Jika aku meninggal maka wasiatku kepada masyarakat supaya mereka tetap menjadi pengikut Nahdlatul Ulama”.

“Sekarang saya sudah mengerti apa itu Pancasila. Sekarang bila ada orang Indonesia, bila orang Islam, orang NU yang anti Pancasila, itu berarti anti kepadaku.” (KH Bisri Syansuri, Rais `Amm PBNU 1972-1980)

* KH. Abdurrahman Wahid

“Anak muda NU akan bangkit 10 tahun lagi. Mereka (gerakan radikal) akan kalah dengan anak muda kita.” (KH. Abdurrahman Wahid, Gus Dur tahun 2005)

* KH. Achmad Siddiq

“NU itu ibarat kereta api, bukan taksi yang bisa dibawa sopirnya kemana saja. Rel NU itu sudah tetap”.  (Redaksi JS)

Facebook Comments Box
Iklan