Kendari, Jaringansultra.com – Lima unit mobil mini bus mengalami mogok akibat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite bercampur air di SPBU Pertamina dengan nomor 74.931.04 di Jalan Tapak Kuda, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.
Dari pantau media, jaringansultra.com, sekitar pukul 10.00 WITa sejumlah kendaraan mobil fortuner warna putih diparkir di Pertamina Tapak kuda. Dan nampak seorang pegawai SPBU mencoba membuka tangki mobil untuk mengeluarkan BBM pertalite dari tangki.
Selain itu, kondisi pengisian BBM pertalite di Pertamina Tapak Kuda ditutup sementara dan banyak kendaaran harus rela pergi mengisi di SPBU lain.
Anehnya, kejadian ini mengakibatkan beberapa mini bus mogok usai melakukan pengisian BBM pertalite di SPBU tersebut.
Seorang warga kota Kendari yang menjadi korban pengisian BBM pertalite bernama Abdul menjelaskan, bahwa dirinya mengisi BBM jenis pertalite pada pukul 09.00 WITa dengan mengisi sebanyak Rp.200.000 ribu.
“Setelah di isi, baru jalan sekitar 50 meter langsung mogok. Kemudian saya menelpon mekanik dan dilakukan pengecekan ternyata pompa bensinya ada pertalite bercampur air,” ujar Abdul saat ditemui di SPBU Tapak Kuda, Selasa 13 Agustus 2024.
Selanjutnya, pihaknya melakukan komplain kepada SPBU Tapak Kuda dan menemukan ada juga beberapa keluhaan terkait mengisian pertalie bercampur air.

“Pihak SPBU akan bertanggungjawab atas kejadian ini dan semua kerusakan akan diganti rugi,” ucapnya.
Menanggapi hal itu, Koordinator SPBU Tapak Kuda, Clemens menyampaikan, pihaknya melakukan penjualan BBM pertalite sesuai dengan prosedur yang ada.
“Sebelum dilakukan penjualan, diawali dengan pengecekan BBM pada tangki penampungan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pengecekan tersebut untuk mengetahui semua tangki penampungan aman dan tidak terdeteksi air. Setelah itu baru bisa dilakukan penjualan BBM.
“Disini ada sistem ATG pembaca pendeteksi air, kemudian bunyi kita punya alarm. Kita lakukan pengecekan lagi dan ada terdeteksi air atau kebocoran tangki penampung. Lalu kita hentikan penjualan BBM jenis pertalite,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya akan bertanggungjawab terhadap kerusakan kendaraan yang diakibatkan dari pengisian BBM jenis pertalite.
“Kami siap tanggungjawab atas kejadian ini. Sejauh ini ada lima unit mobil yang datang komplain,” tutupnya.
Reporter : Asep
Editor : Ridho




























